Fatamorgana Dunia

Jangan pernah merasa iri dengan kehidupan orang-orang yang tidak menyembah Allah, tetapi terlihat sejahtera. Jangan pernah merasa iri, jika orang-orang dzolim semakin kuat cengkeramannya di dunia.

“Kok itu ga pernah sholat, tapi bisnisnya semakin lancar?”

QS.An Nisa ayat 32:
“…Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain…”

Ahli akhirat tidak sepatutnya iri terhadap ahli dunia. Ingat, begitu meninggal, harta dunia tidak dibawa ke alam barzah, malah boleh jadi akan menjadi malapetaka bagi yang ditinggalkan maupun yang meninggalkan.

Bekal akhirat yang sesungguhnya adalah ibadah kita kepada Allah.

Hati-hati, kalau diberikan harta dan kesejahteraan yang lebih, gunakan sebagai bekal akhirat juga. Yang masih belum diberi kelebihan harta, jangan khawatir. masih ada ibadah sunnah yang sangat spesial di mata Allah seperti tahajud dan puasa.

Hati-hati, jika lebih condong memikirkan dunia, kelak di ujung waktu akan menyesal. Dan semuanya sudah terlambat.

QS. As-Sajdah ayat 32:
“Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin.”

dan Allah menjawab di QS. Al Mu’minun ayat 108:
“Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku”

Waspadalah terhadap fatamorgana dunia, yang berujung pada bertambahnya dosa dan penyesalan di akhirat nanti.

Pilih mana “kaya di dunia, miskin di akhirat” atau “miskin di dunia, kaya di akhirat?”

Pilihlah yang ketiga! “kaya di dunia, kaya di akhirat” seperti umar bin khattab, ustman bin affan, abdurrahman bin auf dan para sahabat nabi lainnya.

Mari bersama-sama tingkatkan ikhtiar langit dan bumi, agar kita bisa bahagia di dunia dan di akhirat kelak.

sumber gambar: https://www.efteling.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *